caring

22.15.00

credit


sebagai perawat saya terus belajar dan belajar lagi tentang caring


dalam banyak teori keperawatan selalu ditemukan bahasan caring, care dan caring lagi.


seberapa jauh sih caring itu?




Being caring allows you to have empathy for others and to live a life based on affection, love, and compassion for the people around you. It can be tempting to fall into a life of selfishness and to focus only on your own goals and desires, but your days will be far more rewarding if you think about what the people in your life are thinking and feeling. Being caring means providing a listening ear, noticing when someone needs help, and helping your community without asking for a reward. If you want to know how to be more caring today.


credit

ketika saya bekerja di rumah sakit sebagai perawat saya banyak melihat rekan-rekan saya yang memiliki sifat caring tanpa batas. jadi apa saya belum seperti rekan saya itu? itulah yang masih menjadi pertanyaan besar dalam hidup saya. karena menjadi perawat is about caring.


sudah pantaskah saya menyandang gelar caring person??


dan kalau saya lagi "kurang sabar" caring saya agak luntur. kalau dulu sewaktu bertugas di rumah sakit, biasanya saya memendam kata-kata alias banyak diam kalau lagi kurang sabar. takutnya kalau nanti marah dihadapan klien atau keluarga. bukan karena takut sisi legal etik. tapi ada sense lain yang saya rasa kurang pantas memarahi klien dan keluarganya. sementara saya minta tolong teman atau senior untuk menjelaskan kepada klien  jika saya dengan kurang caring.


hal yang lucu dan saya ingat adalah kalau saya sedang kurang caring dengan sesama teman dinas. saya akan menghabiskan waktu di bangsal atau membersihkan nurse station.


pernah suatu kali rekan saya nyeletuk, "wah bersih sekali nurse station hari ini, mbak indri pasti lagi bad mood. besok bad mood lagi lah mbak..."


what...???


lain pengalaman di indonesia lain di saudi arabia. klien dengan beda latar belakang dan budaya tentu saja akan berbeda bagaimana cara berkomunikasinya.


begitu saya memutuskan untuk menjadi dosen. saya sedang banyak mengamati dan belajar dari dosen-dosen saya. caring seorang dosen seperti apakah yang nanti akan saya serap dan endapkan dalam diri saya. tentu saja dosen saya adalah manusia seperti saya juga. selalu ada hal baik yang bisa dipetik dan disimpan sepanjang hayat. buah ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah busuk.


sebagai  murid, saya merasa enjoy dengan dosen-dosen yang easy listening. pelajaran berat macam hukum perundangan terasa ringan saja. atau tentang pelajaran yang sebenarnya substansinya menjemukan tapi bisa dikemas dengan sebegitu ringannya bahkan dalam berbelas slide.


jadi caring dosen seperti inikah yang saya maksud? mampu mengemas isi mata kuliah dengan santai?


ah tentu saja tidak sampai disitu. being caring is not just about to please others, ada essensi lebih dari itu.


so far...


1 hal yang paling harus saya serap dan pahami adalah how to treat your students without hurting


ada dosen saya yang jika ingin memberikan contoh buruk dalam kasus apapun selalu berulang kali mengucap "maaf maaf ya..." seakan sama sekali tidak ingin siswanya merasa tersindir. itu membuat saya nyaman belajar dan 'kontempelasi'-nya masuk ke hati. karena sindiran yang frontal memang biasanya lebih seringnya mental. berhubung beliau orang sunda bahasanyapun sangat halus.


jadi pertinyiinyiii...


"bisakah saya menjadi caring yang sesungguhnya, bukan cuma pandai menulisakannya saja"


Ps : itu bukan foto saya. itu foto salah seorang theorist yang teori-nya sedang saya pelajari.

9 komentar:

  1. Berat jga mmg jadi perawat ya mb.. terlebih menghadapi pasien yg bawel dan sulit diatur.

    Benar2 kudu caring :D

    BalasHapus
  2. saya kalau jadi pasien lebih bawel loh xixixi...
    kesian yang jadi perawat saya :D

    BalasHapus
  3. kemaren saya terpaksa "menasehati dengan sedikit kasar" seorang perawat yang bawaan nya cemberut melulu, kalau ngomong ketus,
    masa ke orang yang lagi sakit ia begitu.

    semoga ini cuma ada satu.

    BalasHapus
  4. Semoga yg cemberut n ketus sudah jd ramah. Semoga g ada lg perawat yg ketus :)

    BalasHapus
  5. semoga menjadi perawat yang baik ya

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

Diberdayakan oleh Blogger.