Sebaiknya dibaca

Cegah Hip Displasia pada anak

Sangat menyedihkan jika anak yang kita cintai sakit atau mengalami kesakitan. Orang tua seharusnya mengetauhi mengenai Hip Displasia Pada A...

Sabtu, 06 Februari 2016

Periode Kritis untuk menanamkan kebiasaan membaca

 [Repost]


Perkembangan otak adalah hasil dari kerja gabungan gen dan lingkungan. Secara singkat dalam mekanisme plastisitas seluler dan molekuler, kekayaan lingkungan awal dapat mengontrol lintasan perkembangan dan dapat menyebabkan perubahan jangka panjang dalam sirkuit saraf yang mendasari perubahan abadi dalam struktur dan fungsi otak. Cetakan pembangunan sirkuit saraf selama jendela waktu tertentu yang disebut periode kritis. Setelah penutupan jendela istimewa yang bersifat plastisitas, sangat sulit untuk memperbaiki 'kesalahan' dalam perkembangan otak (Berardi N, et all; Source:Developmental Medicine And Child Neurology [Dev Med Child Neurol] 2015 Apr; Vol. 57 Suppl 2, pp. 4-9).

Dari hasil jurnal diatas bisa dibuat benang merah juga tentang pentingnya merangsang anak lebih dini untuk menyukai buku.
Secara Genetik, seorang anak mewarisi sifat-sifat dari orang tuanya baik bilogis maupun psikis. Seorang anak yang dilahirkan dari orang tua yang memiliki 'ikatan batin dengan buku', cenderung akan menyukai buku juga. Namun, peran lingkungan sangat besar. Apakah 'ikatan batin dengan buku' ini akan terpelihara atau justru akan tereliminir.

Membaca secara harfiah merupakan kebutuhan primer, namun membaca secara kualitas dengan mengerti isi bacaan, menelaah bahkan menerapkannya adalah suatu hal yang mustahil jika tidak menjadi sebuah kebiasaan. Membiasakan membaca adalah dengan melakukannya berulang kali sehingga otomatis dalam perilaku akan menterjemahkan kebiasaan tersebut.

Sebagai contoh pertanyaan berikut:

"apa nama sabun deterjen?"

jawaban otomatis kebanyakan adalah rinso

"apa nama sabun cuci piring?"

jawaban otomatis adalah sun light

"apa nama motor?'

jawaban otomatis adalah honda
Jawaban tersebut hadir bukan karena merek tersebut terkenal, tetapi merek tersebut mampu menayangkan iklan lebih sering daripada merek lain pada masa permulaan baik di televisi maupun di media massa dan media lainnya.

Begitu pula dengan membaca, kebiasaan pada anak yang diulang-ulang akan menjadi sebuah input untuk masa depannya sebelum periode kritis seperti yang dibicarakan oleh Berardi dkk tersebut usai.

Pada penelitian berjudul "Balancing plasticity/stability across brain development". oleh Takesian AE dari Jurnal Progress In Brain Research tahun 2013; Vol. 207, pp. 3-34, disebutkan bahwa plastisitas pada otak terjadi pada masa permulaan hidup (early life) dan masa selanjutnya untuk penstabilan.

Lalu kapan sebaiknya memanfaatkan masa kritis ini? Pada usia 10-11 tahun otak akan melepaskan suatu enzim untuk melarutkan jembatan syaraf (neuron pathways) otak anak yang dibangun pada masa sebelumnya, proses ini disebut mielinasi). Peristiwa ini berarti berakhirnya proses otak anak menyambungkan syaraf-syarafnya dan neuron yang tidak tersambung akan melarut bersama proses mielinasi.

Meski lingkungan yang dimodifikasi mampu menelusup pada area tertentu untuk memperbaiki plastisitas struktur otak di masa depan (usia > 11 th). Tingkat kerumitan perlakuan dan tingkat keberhasilannya masih harus diteliti. Jadi mengapa tidak manfaatkan saja periode kritis pada anak kita saat ini dengan memberinya input kebiasaan baik. Salah satunya dengan membaca. Pada anak balita kebiasaan membaca bisa ditanamkan dengan memberinya buku tanpa memaksanya untuk belajar membaca. Orang tua cukup mengenalkan buku tersebut dan membacakannya untuk anak-anak.

Hasilnya? Sesuai pengalaman saya sendiri, anak saya meniru isi bacaan yang saya bacakan dan buku yang dia lihat gambarnya. Tentu saja buku tersebut adalah buku bergizi sesuai dengan usianya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

 

Rumah Syauqiya Template by Ipietoon Cute Blog Design