GiveAway : Menebar virus cinta belajar melalui Blog


Aktivitas menulis di blog bukan merupakan hal baru untuk saya. Namun, saya baru merasakan sejatinya kesenangan menulis di blog adalah saat memiliki blog ini. Sejak tahun 2004 saya sudah mulai mengenal multiply. Sering gonta-ganti id bahkan akun blog saya ada di beberapa platform blog seperti wordpress dan blogspot. Syukur teman-teman blogger masih ada yang ingat dengan saya, tapi tak jarang ada juga yang lupa saking seringnya saya ganti id dan akun.

Jika dulu proporsi isi dari blog saya 75% curhat asal-asalan dan 25% sharing knowledge, lain hal dengan blog saya yang sekarang. Masa kegalauan seorang pengguna blogger sudah berlalu untuk saya. Filter tulisan dalam blog lebih rapat, curhat tidak asal lagi dan meruncing pada aktualisasi diri.
Saat kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta dan harga diri terpenuhi, maka disitulah letak aktualisasi diri (Abraham Maslow) dengan tidak mengukur kebahagian sendiri dengan kebahagian orang lain.
Kehidupan dalam dunia maya sangat berbeda dengan dunia nyata, dunia dibuka seluas-luasnya tanpa batas apapun. Control diri termasuk emosi sangat penting kaitannya dengan proses aktualisasi diri. Jika dulu saya mudah tersentil, get upset dan ‘pergi’ dari dunia maya, karena kecewa dengan orang yang berada di dalamnya, berbeda dengan saat ini.
The people got bad is one thing, we can control our feeling and life is the other thing!
Internet memberikan manfaat dan keluasan lebih untuk saya. Saya memiliki relasi lebih banyak, kawan berbagi informasi dan ide baru baik di dalam dan luar negeri dengan mudah, akses pengetahuan lebih jelas bahkan kepingan-kepingan kebijaksanaan sering saya temukan di tempat yang tidak terduga!

Rumah Syauqiya masih berusia kurang lebih 5 bulan, tapi isinya gabungan dari beberapa blog lama saya termasuk blog onlineshop. Saya sadar dengan menggabungkan blog onlineshop dalam 1 blog akan membuat saya tidak diterima di beberapa komunitas. Saya mengerti dan tahu diri, hal ini bukan hal baru sejak saya bermain di multiply.com. Sebagian orang merasa terganggu dengan posting onlineshop karena seperti spaming dalam dashboard yang tidak dibutuhkan setiap pembaca, saya memaklumi. Namun, inilah sebagian dari aktualisasi diri saya.

Guru saya pernah berpesan, “Jika kau menjadi seorang guru, milikilah usaha lain sehingga kamu tidak menyandarkan hatimu pada hitungan rupiah dari hasilmu mendidik muridmu!”
Selain berniaga, saya bercita-cita memiliki sebuah Praktek Mandiri berbasis pendidikan Perawat Komunitas dengan fokus promotif dan preventif. Pada masanya kelak, penduduk Indonesia harus mampu berada pada level ‘Pencegahan’ daripada ‘Pengobatan’. Posisi yang diidamkan oleh Pemerintah pada tahun 2030. Melalui blog, saya berharap dapat urun peran positif terutama di bidang Maternity & Pediatry Community. Kehidupan berawal dari sebuah kejadian di dalam kandungan hingga melewati 1000 hari pertamanya dengan gemilang.

Ketidaksempurnaan fase kehidupan saya justru menjadi penyemangat utama untuk membantu para ibu dan anak mendapatkan hak mereka dengan baik. Kehilangan putra pertama, meyakinkan saya bahwa awal kehidupan harus disongsong dengan persiapan yang matang dan baik dari segala sisi.

Menunggu momongan kedua bukanlah hal mudah setelah kehilangan, karenanya saya selalu ingin membagikan pengalaman pada masa-masa penantian. Kesulitan menaikkan berat badan janin anak kedua, memastikan pendapat saya bahwa dukungan penuh secara positif harus diberikan pada ibu hamil. Semua terangkum dalam Blog Rumah Syauqiya yang berarti Rumah Kerinduan. Kerinduan akan kasih sayang, cinta dan tulus atas setiap hubungan pada porsi yang tepat.

Update ilmu pengetahuan terus saya kejar dan Alhamdulillah dengan dukungan suami, saya mampu melakukannya. Hanya milik mereka yang ada di ranah pendidikan sajakah ilmu itu? Tentu saja tidak! Sekali lagi internet menawarkan both true and false knowledge in the same time. Para pencari ilmu di dunia digital harus bisa menyaring semua informasi supaya tidak tersesat.

Dan haruskah ilmu didapat hanya melalui bangku kuliah? That’s an optional. Perkuliahan akan menawarkan ilmu yang tidak selamanya ada dalam jangkauan sinyal internet. Indonesia membutuhkan ratusan lulusan Doctoral untuk memperkuat diri memasuki pasar bebas MEA. Para Doctoral inilah yang sedianya diharapkan menjadi penyeimbang. Mau tidak mau kekuatan asing akan meng-invasi masuk Indonesia. Dukungan Pemerintah melalui beasiswa LPDP, beasiswa Presidensil dan masih banyak lagi cukup memfasilitasi masyarakat.

Kuliah akan menawarkan jenjang karier yang lebih tinggi disertai pengalaman, prestasi untuk perusahaan dan salah satu upaya menyelamatkan bangsa dari gerusan globalisasi. Bagi saya, kuliah bukan hanya pengumpulan kredit poin peningkatan karier tetapi juga contoh untuk anak-anak kelak, pendidikan tidak mengenal batas usia dan status. Dikejar setinggi bintang di langit untuk manfaat orang banyak, menjadi contoh diatas rata-rata untuk mereka.

Catatan penting tentang bangku kuliah adalah mereka bukan hanya milik insan berkarier, sahabat saya yang berstatus ibu rumah tangga membuktikan bahwa pendidikan juga milik mereka. Kuliah tinggi demi memaparkan diri secara genetic pada keilmuan. Masih ingat dengan Display Picture yang rajin wara-wiri dengan info mengenai genetik kecerdasan anak diturunkan dari ibunya bukan?

Tanpa menafikkan, bangku kuliah bukanlah segala-galanya. Bukan pula arena untuk tempat mendongakkan kepala. Justru padi seharusnya makin merunduk saat terisi. Jadi, melalui blog Rumah Syauqiya saya ingin menularkan virus cinta kuliah atau kuliahkan istrimu! Beasiswa telah mengantarkan banyak insan menginjakkan kaki mereka di tanah asing yang jauh dari kampung halaman. Menimba ilmu, membawa pulang manfaat demi bangsa dan cerita menarik untuk blog-nya. Wah, cita-cita saya di masa depan! Saat ini saya harus bisa mengkodisikan diri dengan kehadiran Balita, menimba ilmu di kampung halaman tercinta. Belajar juga tidak harus dari bangku kuliah, seminar, pengajian, gathering, bersosialisasi dan masih banyak kegiatan lain menjadi cara untuk belajar.

Sementara itu, dari teman-teman blogger saya banyak belajar untuk mengemas suatu perjalanan yang terlihat biasa saja menjadi luar biasa dengan melihatnya melalui sisi yang berbeda. Awalnya tujuan saya adalah membuat Personal Branding untuk Praktek Mandiri Keperawatan kelak, namun makin hari saya makin menikmati kehidupan blogger saya dengan berbagai sharing kreatif yang saya adopsi dari mereka. Saya memberanikan diri untuk membeli domain juga atas pandangan yang terbuka dari Mbak Katerina (Travelerien.com), menjadikan sebuah blog lebih bermanfaat dengan adanya Job-Job menarik untukBolgger. Perjalanan mengikuti workshop, seminar, training, meetin, bahkan pulang kampung menjadi berharga karena ada nilai Blogger Sharing di dalamnya.

Bersama anak, saya bepergian dari Papua-sulawesi-jawa. Kelelahan tentu saja saya rasakan, apalagi saya sering traveling berdua saja dengannya. Melalui masa transit yang berbonus delay atau membujuknya saat mulai boring di dalam pesawat. Jika power saya sudah mulai redup, dia masih sangat bersemangat dan saat dia mulai redup, saya harus membawanya dalam 'Carier'.







Alhamdulillah saya bisa melaluinya, berharap dalam waktu dekat bisa jalan berdua lagi ke Sulawesi atau ke Papua. Cerita perjalanan yang seringkali tertinggal untuk diabadikan dalam foto. Seiring pertumbuhannya, dia semakin terbiasa dengan perjalanan plus acara foto-fotonya.

Wa ba'ad
Menjadi seorang blogger bagi saya bukan hanya sekedar menulis, bukan pula untuk riya’ atau kurang kerjaan, tetapi untuk saling berbagi, mengambil manfaat sekaligus dan ciptakan peluangmu. Belajar terus-menerus dari kawan-kawan blogger senior saya yang cerdas, tempat saya menimba ilmu dunia blogger.

Cerita ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog

4 komentar:

  1. Kereeen. . menginspirasi sekali. menggambarkan "mamak-mamak" modern namun tetap peduli pada kedekatan dengan anak. . love you mbak!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senioorkuuu doula
      You're my inspiration.
      Ihihihi....

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

Diberdayakan oleh Blogger.