Sebaiknya dibaca

Cegah Hip Displasia pada anak

Sangat menyedihkan jika anak yang kita cintai sakit atau mengalami kesakitan. Orang tua seharusnya mengetauhi mengenai Hip Displasia Pada A...

Selasa, 20 Oktober 2015

PERAWATAN PALLIATIVE DI RUMAH (PALLIATIVE HOME CARE)

Setelah Jurusan Keperawatan Manajemen, memberikan presentasinya yang berjudul Peran Perawat Dalam Palliative Care.  Perwakilan selanjutnya adalah dari jurusan Keperawatan Komunitas judul Perawatan Palliative di Rumah (PALLIATIVE HOME CARE) oleh Much.Nurkharistna Al Jihad, S.Kep, Ns Dalam sesi Oral speech acara Seminar Nasional "Paliative Care" Magister Keperawatan UNDIP 2014



Bisakah Perawatan Palliative dilakukan di rumah?
Perawatan palliative di rumah adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien dan keluarga di tempat tinggal mereka secara berkesinambungan dan komprehensif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga.  

Pasien dan keluarga berperansebagai tim inti (subyek) yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan. Perawatan palliative di rumah merupakan kelanjutan dari pelayanan kesehatan yang telah dilakukan di rumah sakit (continum of care) yang dapat dilakukan oleh tenaga medis dan non medis yang telah mendapatkan pelatihan.

Urgensi perawatan palliative dilaksanakan di rumah adalah:
  1. Pada kasus–kasus penyakit terminal khususnya pasien kanker stadium lanjut yang dianggap tidak efektif dan tidak efisien bila dirawat dirumah sakit. Hal ini dikarenakan secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan.
  2. Keterbatasan biaya masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasus seperti kanker stadium lanjut yang memerlukan perawatan relative lama atau bahkan sudah tidak memerlukan tindakan medis di rumah sakit.
  3. Banyak orang yang merasakan bahwa rawat inap di institusi pelayanan kesehatan akan membatasi kehidupan pasien, karena pasien tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal akibat aturan-aturan yang telah ditetapkan.
  4. Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian pasien dibandingkan dengan perawatan dirumah sakit.
Tujuan pelaksanaan palliative care di rumah :
  1. Membantu pasien dan keluarganya untuk memelihara dan meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya
  2. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya untuk lebih mandiri dalam menangani dan menghadapi keluhan yang muncul
  3. Memberikan perawatan dasar yang adekuat dan efektif sesuai kebutuhan pasien
  4. Menguatkan fungsi dan peran serta keluarga terhadap pasien
Keuntungan pelaksanaan palliative care di rumah :
  1. Dari segi biaya yang dikeluarkan relative lebih ringan daripada perawatan di rumah sakit
  2. Pasien merasa nyaman dan aman dalam lingkungan keluarga disekitarnya
  3. Pasien mempunyai kebebasan dalam menentukan keinginannya tanpa ada pembatasan aturan yang berlaku
  4. Adanya kesempatan dan keterlibatan anggota keluarga untuk merawat pasien
  5. Terjalinnya komunikasi yang efektif antara pasien-keluarga dan tenaga medis (tim rawat rumah)
Kendala yang dapat timbul selama pelaksanaan palliative care di rumah :
  1. Rasa takut tidak mendapatkan perawatan seperti di rumah sakit
  2. Terbatasnya tenaga yang dapat melakukan
  3. Permintaan pelayanan rawat rumah yang tidak sesuai dengan kriteria
  4. Keluarga pasien yang tidak kompak
  5. Ketergantungan pasien dan atau keluarga kepada tim medis
  6. Kolaborasi yang terhambat
  7. Sarana transportasi dan dana

Untuk dapat melaksanakan perawatan paliatif di rumah dengan baik diperlukan kerjasama berbagai pihak yang akan berfungsi sebagai Tim Perawatan Palliativedi rumah, yang terdiri dari:
  1. Tenaga medis (dokter, perawat, fisioterapist, ahli gizi, psikolog) yang akan memberikan pengobatan, perawatan, dan tindakan medis serta mengkaji asuhan keperawatan, mempertahankan keseimbangan aspek bio-psiko-sosio-kultural-spiritual.
  2. Tenaga non medis (masyarakat awam/relawan, rohaniawan, dll) dapat memberikan pendampingan dan dukungan dalam aspek psiko-sosio-spiritual sesuai dengan koridor atau batasan-batasan yang telah disepakati
  3. Pasien dan keluarga, sebagai tim inti yang ikut berperan dalam pengambilan keputusan terhadap pelayanan
Tahapan-tahapan Palliative Care di rumah
Fase preinteraksi
Adalah fase persiapan sebelum mulai melakukan kunjungan rumah, dengan:
  1. Meneliti surat rujukan/catatan, bila perlu menghubung Nakes (tenaga kesehatan) yang bertanggung jawab merujuk
  2. Menggali informasi dengan jelas alasan dilakukan kunjungan
  3. Membuat janji untuk menentukan waktu kunjungan kepada keluarga
  4. Mempersiapkan file dan mencatat data medis dan indentitas pasien
  5. Membuat rencana kegiatan selama kunjungan
  6. Mempersiapkan transportasi
  7. Bila perlu melakukan evaluasi ditempat sebelum kunjungan

Fase pengantar
Adalah fase awal atau akan dimulainya pemeriksaan dirumah pasien
  1. Menginformasikan dan memastikan kepada keluarga bahwa tim akan datang
  2. Ketok pintu dan beri salam
  3. Perkenalkan diri
  4. Duduk ditempat yang disediakan keluarga dan memenanyakan kepastian pasien
  5. Menjelaskan tujuan kunjungan dan rencana aktifitas yang sudah dibuat
Fase kerja
Adalah fase dimana sudah melaksanakan pemeriksaan dirumah pasien
  1. Menyapa pasien dengan menanyakan kondisi terkini
  2. Melakukan pemeriksaan kesehatan pasien
  3. Mengerjakan dan mengajarkan perawatan kepada pasien dan keluarga
  4. Menyempurnakan data medis pasien saat kunjungan
  5. Menjalin kontak yang berkesinambungan untuk evaluasi
  6. Merencanakan untuk mengakhiri kunjungan
Fase terminasi
Fase setelah melakukan kunjungan
  1. Menyimpulkan penyelesaian perawatan
  2. Merencanakan kunjungan berikutnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien
  3. Mendorong potensi pasien dan keluarga menuju ke proses perbaikan
  4. Mengoptimalkan peran serta masyarakat sesuai kebutuhan pasien
  5. Memberikan catatan yang diperlukan khususnya pada kondisi darurat untuk mendapatkan pertolongan
Fase evaluasi atau tindak lanjut
  1.  Melakukan tindakan keperawatan yang sudah diprogramkan oleh tim medis
  2. Melakukan pendampingan pasien dan keluarga sesuai kebutuhannya
  3. Melakukan evaluasi terhadap hasil pengobatan yang sudah diberikan dan masalah lain yang dialami pasien dan keluarga
Tindakan yang sering dilakukan:
  1. Penanganan keluhan fisik seperti nyeri, problem pernafasan, problem pencernaan, anoreksia, gangguan kulit, kelemahan, pembengkakan, dll
  2. Penanganan keluhan psikologis, seperti depresi, cemas, gangguan tidur dll
  3. Memelihara basic hygiene, seperti perawatan mulut, genital, rawat luka dll
  4. Memelihara nutrisi yang baik
  5. Memberikan kenyamanan
  6. Meningkatkan dukungan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual
  7. Mendapatkan dukungan yang legal
Semangat membimbing pasien dan keluarga di rumah 
untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
Lakukan dengan ikhlas dan menerapkan konsep caring

    2 komentar:

    1. Wah informatif banget mbak. Saya baru tahu soal perawatan palliative ini. Bisa dipertimbangkan untuk mengurangi biaya yang mahal ya mbak. Tapi apakah setiap rumah sakit yang ada sudah menyediakan perawatan ini mbak?

      BalasHapus
      Balasan
      1. iya pak feb, untuk pasien yang prognosanya sudah terminal ( baca : http://www.syauqiya.com/2015/03/peran-perawat-dalam-paliative-care.html)

        keluarga pasien bisa meminta pada unit homecare di rumah sakit, di masa depan perencanaan perawatan home care akan dikelola oleh pusat kesehatan primer (puskesmas)
        terima kasih sudah berkunjung

        Hapus

    Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

    Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

     

    Rumah Syauqiya Template by Ipietoon Cute Blog Design