Sebaiknya dibaca

Cegah Hip Displasia pada anak

Sangat menyedihkan jika anak yang kita cintai sakit atau mengalami kesakitan. Orang tua seharusnya mengetauhi mengenai Hip Displasia Pada A...

Selasa, 13 Oktober 2015

Permainan Tradisional Warisan Nenek Moyang : Dhakon (Congklak)


Pada pameran Pekan Budaya Indonesia di Lawang Sewu tanggal 7-10 agustus 2015 yang lalu, saya dan putri saya menjelajahi permainan tradisional Indonesia yang semakin jarang dijumpai maupun dimainkan oleh anak-anak sekarang. Era gadget telah menggeser keberadaan mereka. Namun, Pemerintah Indonesia berupaya untuk melestarikannya kembali. Menurut saya, setiap permainan tradisional sejatinya memiliki fungsi "sosialisasi" dan melatih soft&hard skill dengan beragam variasi.

Sebelum kami menelusuri satu persatu permainan trasional tersebut, oleh panitia kami diberikan 1 buah buku katalog permainan, 1 buah block note unik dan 1 buah gantungan kunci yang berisi pita meteran sebagai gift.

 


Salah satu permainan yang menarik kami adalah Dhakon, dalam bahasa daerah lain disebut congklak. Menurut katalog permainan, Arkelog pernah menemukan peninggalan sejarah sebuah batu besar di gunung yang berlubang-luat bang. Lubang ini persis dengan lubang pada papan Dhakon, ada 2 lubang besar di ujung dan deretan lubang kecil di sepanjang papan. Lokasi penemuannya di sekitar  Mojokerto, Lamongan dan Bondowoso, Dhakon ini terkubur bersama temuan candi lainnya, dengan kata lain usia permainan ini cukup tua dan sampai sekarang masih ada yang memainkannya.

Dhakon, istilah permainan ini untuk wilayah JawaTimur, Jawa Tengah dan Yogyakarta berarti "diakui milik" atau diakon. Sedangkan istilah Congklak biasa digunakan di daerah Jawa Barat, Sumatra Barat, Bengkulu dan Kalimantan Barat. 
Permainan ini sangat mudah dimainkan, bahkan oleh anak 2 tahun seperti putri saya. Papan Dhakon di pameran adalah papan pertama yang dilihatnya dan dia langsung bisa bermain setelah saya ajar caranya.


Konon permainan ini hanya dimainkan oleh gadis yang sedang dalam masa pingitan, mungkin biar tidak bosan jadi diberikanlah permainan Dhakon. Masa sekarang Dhakon simainkan oleh siapa saja. Laki-laki, perempuan, orang tua dan antar kawan.Cara bermainnya adalah 2 orang yang bergiliran menebarkan kecik atau biji Dhakon di sepanjang lubang papan miliknya dan berakhir di lubang besar atau lumbungnya. Permainan ini melatih soft skill dalam berhitung. Jaman dahulu diibaratkan sebagai petani yang menanam benih di sawah/ladang supaya tidak menanggung rugi harus menggunakan peerhitungan yang cermat dan lumbung Dhakon akan terisi penuh. Pemainan ini pertanda bahwa zaman dahulu nenek moyang kita berlatar belakang agraria atau bercocok tanam.

Permainan yang sangat mengasyikkan ini masih diingat keseruannya oleh anak zaman dahulu yang sekarang menjadi orang tua.
Selain mengimbangi perkembangan zaman dengan gadget, bermain menggunakan Dhakon/Congklak bisa dipilih sebagai aktifitas weekend (rekreasi) bersama teman sebaya atau bahkan keluarga. Harga papan Dhakon plastik cukup terjangkau yaitu Rp. 15.000,- bisa didapatkan di toko mainan anak ataupun pasar tradisional (pasar central). Plastiknya cukup aman dengan jaminan SNI.



Jika menginginkan papan Dhakon kayu berukir seperti gambar di bawah, harganya berkisar Rp. 100.000 - Rp. 300.000,- tergantung besar dan bahannya. Biasanya papan Dhakon kayu berukir digunakan juga untuk hiasan rumah yang unik.

Yuk ajak anak-anak kita melestarikan bugaya milik bangsa sendiri dengan Dhakon-an :)


Refferensi :

  1. data dan gambar dhakon kayu dan 2 anak perempuan : buku katalog permainan
  2. Gambar anak berjilbab dan dhakon plastik koleksi foto pribadi

6 komentar:

  1. Aku juga beliin anakku dakon mak..asyik dan gampang mainnya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aasik bangeeet..
      ngiras ngirus melestarikan budaya :)

      Hapus
  2. Ini mah mainanku pas kecil dulu ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kita ajarkan juga untuk anak2 kita mb ;)

      Hapus
  3. Saya suka permainan tradsional, terutama yang modelnya lari atau mengeluarkan energi ekstra. Dakon ini suka juga, tapi kurang mengeluarkan energi, hehe. Semoga permainan tradisional terus eksis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Identiknya permainan cewek ya dakon ini :)

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

 

Rumah Syauqiya Template by Ipietoon Cute Blog Design