Sebaiknya dibaca

Cegah Hip Displasia pada anak

Sangat menyedihkan jika anak yang kita cintai sakit atau mengalami kesakitan. Orang tua seharusnya mengetauhi mengenai Hip Displasia Pada A...

Selasa, 13 Oktober 2015

Warisan leluhur : "Dingklik Oglak Aglik" permainan yang membangun mentalitas anak bangsa

“Dingklkik oglak agliiiikkk… dingklik oglak agliiiikkkk…”

Adakah pembaca yg masih mengingat lagu permainan anak tersebut. Lagu Dingklik Oglak Aglik dinyanyikan saat memainkan permainan dengan nama yang sama, Dingklik Oglak Aglik. Permainan tradisional ini banyak dimainkan oleh anak dan remaja Jawa. Dingklik artinya adalah bangku pendek, Oglak Aglik artinya goyang-goyang. 

Cara memainkannya cukup mudah, anak-anak minimal 3  orang  sampai 5 anak saling mengaitkan 1 kaki mereka ke arah belakang. Kaki yang terkait ini mengunci satu sama lain sedangkan 1 kaki lainnya digunakan untuk berdiri dan meloncat-loncat. Karena gerakan loncatan mereka inlah maka seakan-akan oglak-aglik atau goyang-goyang. Jika satu orang jatuh maka semua anak dalam kelompok permainan akan ikut terjatuh, maka usahakan tinggi badan pemain sama supaya mudah menjaga keseimbangan.  

Anak yang pertama kali jatuh akan mendapatkan hukuman yang disepakati bersama. Permainan ini tidak memerlukan bantuan peralatan lain, anak-anak cukup berlompatan, bernyanyi dan bertepuk tangan. Serunya permainan ini jika dimainkan dibawah sinar bulan purnama. Benar-benar mengingatkan akan masa lalu!
Hardskill dari permainan ini adalah kemampuan menjaga keseimbangan sambil bernyanyi dan bertepuk tangan. Semua anggota tubuh saling berkoordinasi dan menyelaraskan dengan ritme lompatan kelompok. Softskill atau nilai moral secara umum adalah kemampuan untuk saling mendukung, bekerjasama, membangun sosialisasi dan rasa kebersamaan. Pencapaian tujuan bersama tidak melulu harus mengandalkan materi semata, usaha dan kreatifitas mampu menjadi pendukung utama. Sportif menerima punishment karena kesalahannya.

Sedangkan nilai tambah untuk anak zaman sekarang adalah kemampuan mereka melestarikan budaya warisan nenek moyang yang sangat berharga. Mental seperti inilah yang perlu ditanamkan pada anak-anak era globalisasi. Anak generasi bangsa yang bersatu, sportif, mampu bekerjasama, dan bangga pada warisan leluhur.

Permainan tradisional seperti ini bisa dijadikan materi lomba dalam peringatan-peringatan hari besar Nasional seperti Hari Kemerdekaan, Hari Anak, Hari Sumpah Pemuda dan masih banyak lagi. Pada Seminar pekan budaya di Lawang Sewu, pembicara mengajak untuk bapak dan ibu guru olah raga untuk memasukkan beberapa jenis permainan tradisional yang bisa diintegrasikan dalam pelajaran praktek olah raga di Sekolah masing-masing.

Mari hidupkan lagi permainan Dingklik Oglak Aglik untuk anak.

Refferensi :
Diceritakan ulang dan gambar diambil dari buku katalog permainan Pameran pekan budaya di Lawang Sewu,


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

 

Rumah Syauqiya Template by Ipietoon Cute Blog Design