Sebaiknya dibaca

Cegah Hip Displasia pada anak

Sangat menyedihkan jika anak yang kita cintai sakit atau mengalami kesakitan. Orang tua seharusnya mengetauhi mengenai Hip Displasia Pada A...

Minggu, 21 Agustus 2016

Rencana Berwisata ke Gunung Nona

Lebaran selalu identik dengan kemeriahan perayaan dan hiruk pikuk acara mudik ke kampung halaman. Bagi keluarga kami mudik selalu memiliki jadwal. Jika tahun lalu kami mudik ke Jawa maka mudik tahun ini adalah jadwal mudik ke Sulawesi. Pertimbangan biaya dan waktu menjadi alasan untuk pembagian jadwal ini.

Tahun ini adalah jadwal mudik ke Sulawesi tepatnya di Siwa, desa sebelum Palopo. Saya berangkat dari Jawa dan Suami berangkat dari Papua. Benar-benar Keluarga APAP (Antar Provinsi Antar Pulau). Setiap kali mudik ke Sulawesi, bertepatan dengan musim panenn cengkeh. 2 tahun lalu, kami mudik saat panen raya. Selama bulan Ramadhan, puasa tak menghalangi warga untuk memanen cengkeh. Medina ikut sibuk menghambur menjemur cengkeh yang dipetik nenek dan ayahnya. Terpal untuk menjemur cengkeh tak lepas dari aksi bermainnya.
Gembira menghamburkan biji-biji cengkeh yang harum

Merangkak di terpal penjemur cengkeh seperti Spiderman memanjat tembok

Sayangnya tahun ini musim cengkeh baru menginjak di penghujung musim. Tetapi masih banyak kegiatan yang bisa kami kerjakan seperti menyiapkan segalan bahan makanan untuk lebaran nanti. Serta bercerita mengenai kegiatan kami masing-masing dalam waktu dekat.

Cerita yang membuat saya tertarik adalah foto dari ipar yang mengunjungi gunung nona atau Buttu Kabobong. Gunung ini memiliki keunikan karena mirip dengan organ intim kewanitaan. Gunung ini berada di kabupaten Enrekang tempat kelahiran nenek mamanya Medina. Gambar di bawah ini adalah Buttu Kabobong, melihat pemandangan gunung yang seakan bersentuhan dengan awan-awan ini, saya jadi tertarik ingin segera melihatnya sendiri.
Gunung Nona dan Nona Berkudung Merah
Di balik Buttu Kabobong, ada gunung lain yang mirip dengan organ intim pria. Cerita yang saya ketahui, kisah kejadian gunung nona ini mirip dengan kejadian di Pompei.

Pada suatu masa *atuk mode on*, ada sebuah kerajaan yang semakin hari mengalami peningkatan kesejahteraan. Namun terjadi kemunduran moral dalam tatanan sosial masyarakat. Hubungan diluar nikah marak dilakukan oleh masyarakat, Sang Raja berupaya keras untuk membawa kembali masyarakatnya ke jalan kebenaran. Hasil belum dipetik, hukuman terlanjur datang. Saat keturunan Raja berhubungan dengan keturunan dari pembesar kerajaan turunlah hukuman dari Tuhan. Sang wanita berubah menjadi Buttu Kabobong dan sang pria menjadi bukit di baliknya.


Benar atau tidaknya kisah ini wallahu a'lam

Correct Me If I'm Wrong too...


Pemandangan gunung yang sangat jelas ini dapat dinikmati dari pinggir pagar pembatas pengunjung seperti diatas maupun saat beristirahat santai di beberapa warung makan sekitar tempat wisata.
Minum dulu kitaaa....

Selain Gunung Nona sebagai objek utama, pemandangan sekitarnya juga tidak kalah cantik. Baiklah... lagi-lagi pemandangan Gunung Nona ini dipersembahkan oleh model satu-satunya Nona Berkudung Merah Ipar saya.

Come and visit Enrekang

Tantangan yang harus saya hadapi tentu saja jarak. Jika saat ini saya berada di Semarang Jawa Tengah, maka saya harus menempuh perjalanan dari Semarang-Surabaya-Makassar-Siwa-Enrekang. Sudah dimaklumi jika penerbangan dari Semarang ke Makassar melalui transit di Surabaya dahulu. Sedangkan untuk berangkat ke Enrekang harus singgah di Siwa untuk berangkat bersama.Ga mungkin dong saya yang bakat kesasar berangkat sendirian.
Perjalanan Siwa hingga Enrekang sudah pasti menggunakan jalan darat selama kurang lebih 14 jam. Rincinya dari Makassar ke Siwa kurang lebih 7 jam, lalu menurut si gadis berkudung merah perjalanan dari Siwa ke Enrekang juga 7 jam dengan medan yang lebih curam dan melingkar seperti angka '8' siap-siap tas kresek hitam.

Sementara perjalanan yang membutuhkan persiapan lebih adalah jalan udara dari Semarang-Surabaya-Makassar. Saya akan mencari penerbangan pada pagi hari saat pemandangan jelas terlihat dari jendela sebagai pengalih perhatian anak dan memiliki waktu lebih banyak beristirahat di Makassar. Maskapai yang saya pilih dari Sriwijaya Air dengan pemesanan tiket pesawat biasanya saya kerjakan 2 hingga 3 minggu sebelum keberangkatan. Sehingga saya memiliki banyak pilihan waktu penerbangan dan variasi harga.


Semoga waktu liburan yang dinanti segera tiba...


Tulisan ini diikutsertakan dalam :
 
Sumber foto :
Dokumentasi pribadi dan kiriman dari adik ipar

27 komentar:

  1. Penasaran sama gunung nona hhhh? Keren artikel.nya

    BalasHapus
  2. Siwa penghasil cengkeh ya? Biasanya kalo cengkeh kan identik dengan campuran tembakau rokok.

    Selain untuk bahan pembuatan rokok, cengkeh disana juga digunakan untuk apa mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cengkeh porsi nya sangat kecil dalam rokok

      Export cengkeh ke Eropa, India dan timteng untuk pemenuhan kebutuhan food industry dan kosmetik (minyak atsiri)

      Hapus
    2. Selain cengkeh, di Siwa juga menghasilkan pala, merica, biji coklat, berbagai buah2 utamanya Langsat dan durian

      Hapus
  3. Sukses buat lombanya ya Mbakk

    BalasHapus
  4. kok nama gunungnya keren gitu ya mbak :).

    BalasHapus
  5. Suka dengan pemandangannya Mba. Indah banget...bisa untuk ber-Me Time :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, yg saya bayangkan udaranya yg sejuuk

      Hapus
  6. 3 bulan tinggal di Suawesi nyaris sampai bulu kumba :D
    mudah2an next bisa ke palopo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bulu kimba kata ipar saya pantainya bagus2

      Palopo dekat sekali dgn siwa

      Hapus
  7. Aamiin.. semoga terwujud Mba.. :)

    btw Enrekang kan kampung halamannya Mba Dedew ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak
      Iya Mb Dedew dr pihak ibu katanya

      Hapus
  8. kalau ke situ, pengen jelajahi gunungnya hehe. pemandangannya bagus

    BalasHapus
  9. sukses GAnya mbak

    jauh gitu yaa dari semarang..pasti capek di jalan

    kalau ada gunung nona, ada gunung nyonya kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih...
      Iya pertama sampai ke Siwa saya rasa mau pingsan, lama2 terbiasa

      Hahahaha ga tau tuh kapan gunungnya jadi nyonya

      Hapus
  10. Sukses terus ya mbak buat lombanya

    BalasHapus
  11. Tulisan menarik, terima kasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz.
    Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah.

    Airpaz
    qisty.amanda@yahoo.com

    BalasHapus
  12. pemandangan gunung memang tidak pernah membosankan yachh

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

 

Rumah Syauqiya Template by Ipietoon Cute Blog Design