Sebaiknya dibaca

Cegah Hip Displasia pada anak

Sangat menyedihkan jika anak yang kita cintai sakit atau mengalami kesakitan. Orang tua seharusnya mengetauhi mengenai Hip Displasia Pada A...

Rabu, 31 Agustus 2016

Talk show buku jadi komik

29 Agustus kemarin, sengaja pergi ke gramedia setelah mengurus rangkaian penelitian di Puskesmas Karangdoro. Sebelum masuk ke toko buku saya menghabiskan waktu untuk minum teh diluar kemudian salat di masjid yang di sediakan Gramedia. Agak lama saya duduk di masjid tersebut karena acara yang akan saya hadiri masih lama jadwal dimulainya, sekitar 2 jam kedepan.

Saya segera naik ke lantai 2 saya mulai terdengar pembawa acara mulai menjelaskan deskripsi kegiatan Talk show Buku Jadi Komik bersama mbak Dewi Rieka  dan mbak Rahmi Aziza.
Saya langsung duduk di  kursi yang disediakan walau masih sepi, sembari chating mengenai pemesanan MMT yang saya butuhkan untuk penelitian. Saat saya datang ke toko percetakan MMT, antrian masih panjang jadi saya hanya meninggalkan file untuk di design. Persetujuan dikirim melalui email.

Kembali ke acara, tak berapa lama mbak dedew (Dewi rieka) datang bersama putra dan putrinya. Sambil ngobrol ringan, saya memilih buku yang akan saya bawa pulang (dengan membayar tentunya). Buku yang jadi pilihan saya salah satunya adalah bukunya mbak Dewi terbaru "4G, Guru Gul Guru Galau". Coba cari komik mbak Rahmi "Mak Irits" tidak ketemu disana.

Baiklah tiba kemudian acara Talkshow
 
Dialog dimulai dari mbak Dewi yang menceritakan bagaimana proses bukunya bisa sampai di puncak sampai sekarang. Perjalanannya dimulai sejak menulis di blog, saking produktifnya bisa 100 puisi di tuliskan di blog. Kemudian berlanjut rajin mengikuti grup menulis di FB. Mbak dewi kemudian mengikuti event menulis yang kemudian diterbitkan. Jumlah buku yang sudah diterbitkan mbak dewi terbilang banyak, saat ini yang saya kenal adalah "Anak  Kos Dodol Series" yang dodol banget dan "4G, Guru Gul Guru Galau". Penolakan pernah dialami mbak dewi saat melamar penerbit dengan alsan tidak setuju dengan Visi Misi. Namun akhirnya buku mbak Dewi mulai masif diterbitkan di berbagai penerbit. Foto Bareng sama penulis dong jangan lupa

Kemudian berlanjut ke ke mbak Rahmi yang menuliskan segala macam keseharian ala 'emak-emak' menjadi sebuah komik lucu yang memang jleb banget di hati emak-emak Iriters. Mbak Rahmi dibantu suami, adik dan seorang ilustrator lain untuk menciptakan karakter 'mak irit'. Sungguh perpaduan yang iritsss...
Perjalanan komik mak irit juga mengalami kendala saat awal mula. Mbak Rahmi dan suami memutuskan untuk memuat beberapa komik strip mak irit di blog yang akhirnya berhasil menarik penerbit untuk menerbitkan komik "Mak Irit". Siapa yang tidak tertarik saya saja geli terus baca komiknya mbak Rahmi berikut ini :


Setelah berbincang sejenak tiba saat tenya jawab, dari berbagai pertanyaan rangkumannya adalah sebagai berikut :
Ide kreatif dari penulisan sebenarnya tidak sulit menurut mbak Dedew dan mbak Rahmi. Mbak Dedew menggali ide penulisan "Anak Kos Dodol" adalah dengan  mengumpulkan teman-teman kosan dulu dan merangkumnya menjadi cerita yang sangat menarik. Sementara untuk buku "4G", idenya didapatkan dengan melihat status-status fans mbak dedew yang kebanyakan anak remaja. Nah lho, siapa yang berteman dengan mbak dewi di fb? Siapa tau status-status baper nan kepo kalian dijadikan buku, kan asik tuh hihihi...
*status saya jangan ya mbak*

Lain mbak Dedew, lain lagi mbak Rahmi. .Mbak Rahmi terinspirasi dengan menghayati perannya sebagai 'emak' yang berusaha untuk sengirit mungkin. Jika sedang kehabisan ide, maka mbak Rahmi akan menangkap momen-momen di sekitarnya. Seperti saat naik angkot atau lihat ibu-ibu ngobrol. "Wah bisa nih di-komik-in", kata mbak Rahmi. Biasa aja nih si emak irit....

Kepiawaian menulispun didapatkan dengan belajar secara otodidak. Meskipun di bangku sekolah sempat mendapatkan pelajaran tersebut, tetapi dibutuhkan pengulangan dan latihan. Sering mengikuti ajang menulis dan grup menulis adalah salah satu contoh upaya tersebut. 

Pertanyaan lain yang perlu direnungkan untuk ibu-ibu adalah mengenai produktivitas blogger. Sebenarnya penanya adalah mas-mas tapi yang ditanya ibu-ibu maka jawabannya mengani produktivitas ibu-ibu sebagai blogger. Keuntungan dari menjadi blogger adalah bisa mendapatkan penghasilan tambahan (diluar penghasilan sebagai penulis), jerajing yang luas, informasi dan tambahan teman dari berbagai penjuru dunia.

Tips untuk nge-blog yang asik sendiri adalah bergabung dengan berbagai komunitas blogger dan aktif berkunjung serta meninggalkan komen di blog sebagai kode etik tidak tertulis.
Well...
Bagaimana, siapa yang belum ngeblog?

12 komentar:

  1. Aku udah :D Dulu pernah ketemu mba Dedew, sekali. Sayang nggak foto bareng :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah sayangkan ketemu artis ga foto hihi

      Hapus
  2. Kereeeenn. Btw kalau yg jd komik gtu emang ada ilustratornya khusus ya mbak? Tapi yg nulis dialog tetep penulis aslinya, gtu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak beda penulis beda illustrator

      Hapus
  3. Aku penasaran pingin keemu Mbak Dedew

    BalasHapus
  4. udah ngeblog tapi jarang diisi wkwkkw

    BalasHapus
  5. Setuju banget dengan Dedew dan Rahmi. Ide memulis memang bertaburan di sekitar kita. Aku juga suka mungut ide di linimasa FB dan di angkot. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi sumber inspirasi terbesar ya mbak

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

 

Rumah Syauqiya Template by Ipietoon Cute Blog Design