Moana : girl power banget

Gambar dari movie.disney.com
Moana....
Dear Pembaca, apa kabar?
Kemarin sempat nonton filmnya Moana belum?
Filmnya sudah lama sih ya, cuman pengen sekali-sekali ngeriview film. Ya...ya... saya ga suka nonton film tapi bukan berati ga pernah.

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film ini.
Mau bicara Aqidah?
Yes, you can teach something to your kids by this movie.


Pada tokoh Maui yang dikenal sebagai seorang Demi God (manusia setengah dewa). Kita bisa ngobrol sama anak kalau sebenarnya tidak ada manusia setengah Dewa, Tuhan hanya ada Allah Swt.

Lalu, masih pada Maui. Kisah sedihnya yang dibuang orang tuanya ke lautpun bisa dijadikan bahan diskusi untuk anak. Ada di dunia ini yang anak yang kurang beruntung, jauh dari orang tua. Bersyukur kita masih bisa berkumpul bersama jadi sudah sepatutnya kita saling menyayangi.


Maui juga sosok yang bisa dijadikan contoh supaya tidak menjadi 'yes man person', karena kita tidak akan bisa memuaskan semua orang, Dalam film ini dikisahkan bahwa Maui sebagai seorang Demi God yang dibuang orang tuanya ke laut tanpa tau sebabnya. Kemudian dia ditemukan oleh dewa dan dianugerahi kail ajaib yang bisa merubahnya menjadi apapun.

Kail ini dia gunakan untuk mendapatkan simpati dan cinta para manusia, karena dia memiliki pengalaman buruk tidak dicintai oleh orang tuanya sendiri. Tapi ya manusia.... sudah diberi berbagai macam oleh Maui, seperti pulau, angin, tanaman kelapa, matahari. Tetap saja belum puas dan menginginkan jantung dari Te Fiti (ibu kehidupan) supaya manusia bisa menciptakan kehidupan sendiri dan mengendalikan kematian.

Sayangnya setelah Maui mengambil hati Te Fiti, bencana kehidupan dimulai. Tanah tempat mukim Te Fiti menjadi kehitaman dan rusak, lalu muncul monster bernama Te ka (monster lava jelmaan dari Te Fiti yang kehilangan jantungnya). Saat membawa jantung Te Fiti, Maui berhasil dihantam oleh Te Ka. Dia jatuh ke dalam samudra bersama dengan jantung Te Fiti dan kail ajaibnya. Maui terdampar ke sebuah pulau terpencil tanpa kail ajaibnya dan Jantung Te Fiti. Tanpa adanya kail ajaib, Maui hanyalah seorang laki-laki biasa.

Hingga suatu hari datanglah Maona, anak dari Kepala Desa Motoliu. Semenjak kecil dia dilarang oleh ayah dan ibunya untuk mendekati laut. Tetapi neneknya selalu menggodanya dengan teka-teki yang bikin Maona penasaran tentang laut. Saat kecil, Maona pernah diberi oleh samudra Jantung Te Fiti, which is means samudra memilihnya untuk mengembalikan pada tempat semula. Tujuannya tak lain supaya kerusakkan yang terjadi di beberapa pulau akibat kehilangan pengaruh kehidupan dari Te Fiti bisa kembali pulih.

Nenek Maona menunjukkan sejarah rakyat mereka. Dahulu mereka adalah penjelajah lautan, namun sejak jantung Te Fiti hilang, dunia monster berkuasa di lautan. Para tetua kaum Moana memutuskan untuk menyimpan kapal-kapal mereka karena beberapa kapal yang berlayar hilang tak kembali. Moana ditunjukkan sebuah gua menuju tempat penyimpanan kapal-kapal tersebut oleh neneknya. Saat dia membawa ide untuk kembali menjelajah di forum desa yang membahas mengenai hasil panen dan banyak tanaman yang mati, ayah Maona marah besar dan berniat membakar kapal penjelajah milik nenek moyangnya.


Lalu mereka bertengkar, Maona menunjukkan Jantung Te fiti tetapi ayahnya malah menganggapnya batu biasa dan dibuang ke semak-semak. Maona mengejar Jantung Te fiti, bukan hanya batu jantung tetapi juga tongkat neneknya ditemukan juga. Tenyata nenek Maona sedang sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya sang nenek berhasil membujuk Maona untuk pergi mencari Maui dengan berlayar mengikuti rasi bintang berbentuk kail.

Kegigihan dan girl's power Maona terlihat selama pelayaran menuju Te fiti. Sosok lucu diwujudkan oleh peran ayam rabun peliharaan Maona, Hei-hei yang tanpa sengaja ikut dalam pelayaran. Maona bertemu Maui setelah dihempas badai oleh samudra. Di sana Maui bercerita bagaimana dia bisa menjadi pahlawan melalui lagu dengan judul 'You're Welcome'. Saking menikmati lagu, Maona malah tanpa sadar dikurung di goa oleh Maui yang berencana pergi berlayar sendiri mencari kailnya. Maona berupaya segera keluar dari goa dan akhirnya bisa menyusul Maui dengan bantuan samudra.

Maona dan Maui terus menerus berdebat mengenai Jantung Te Fiti. Maui menolak mengembalikan, namun Maona dengan cerdiknya membujuk dengan memanfaatkan sifat haus sanjungan Maui. Pada saat mereka di serang Kokomara, Maui mengetahui kehebatan dan kegigihan Maona.


Maui semakin mempercayai Maona saat hidupnya diselamatkan Maona di dunia monster dari kepiting raksasa narsis yang suka harta dalam upaya mengambil kail ajaibnya. Mereka akhirnya bersatu namun kurang kerjasama. Sehingga Te Ka yang manghalangi mereka dari Te Fiti mampu mengalahkan mereka, malah kail Maui jadi pecah. Maui tentu saja marah besar dan memutuskan meninggalkan Maona karena tak ingin kailnya rusak lagi. Maona putus asa, dia hampir saja meyakini perkataan Maui bahwa samudra salah pilih. Maona mengembalikan Jantung Te Fiti pada samudra lalu bertemu arwah neneknya yang menjelma menjadi ikan pari. Maona kembali dikuatkan niatnya oleh nenek.

Akhirnya dia pergi menuju karang batas yang dijaga Te Ka. Dia berhasil melewati karang dengan cerdik, tetapi hampir saja celaka karena Te ka tetap mengejarnya. Saat itulah Maui datang dalam wujud rajawali dan menyelamatkan Maona. Maui meminta Maona untuk memasangkan Jantung Te Fiti. Sekuat tenaga Maui mengalihkan perhatian Te Ka sampai kailnya rusak sama sekali. Namun, Maona gagal. Te Fiti tak bersisa sama sekali, Maona kemudian melihat Te Ka yang sedang bersiap melampiaskan kemarahannya pada Maui.

Gambar dari movie Maona
Kecerdasan Maona menyelamatkan Maui sekali lagi. Dia melihat tanda lingkaran yang sama di dada Te Ka dengan ukiran di batu Jantung Te Fiti. Dia memantulkan cahaya jantung pada Te Ka dan meminta samudra membiarkan Te Ka mendatanginya. Samudra terbelah dan Te Ka mengejar Maona yang berjalan mendekatinya sambil bernyayi menenangkan Te Ka. Akhirnya Te Ka menurunkan suhu lavanya dan membiarkan Maona memasangkan batu jantung.


Seketika Te Ka berubah menjadi Te Fiti yang memperbaiki semua kehidupan di sekitarnya termasuk memperbaiki pulau Maona dan kail Maui. Maona pulang dengan membaw happy ending story bagi kaumnya yang kembali menjadi penjelajah.

****
Banyak sekali sebenarnya hikmah yang bisa dipetik dari film Maona ini. Dari sekian banyak isu mengenai film disney. Saya tetap menjadi penikmatnya karena disney mewarnai masa kecil saya dahulu. Jika suatu prinsip tidak sesuai dengan kita maka, kitalah yang seharusnya menjadi penyaring untuk diri sendiri serta keluarga.

Karena dunia bergerak sangat dinamis, kita tidak bisa hidup dalam lingkungan homogen terus menerus. Filter anak adalah orang tua sendiri, anak boleh melihat tapi diberikan pemahaman sesuai dengan usianya. Ibarat seekor katak dalam tempurung, ketika tempurungnya dibuka bisa jadi dia mencelakai diri sendiri karena kurangnya pengetahuan.

Kita boleh berkata tidak atau jangan tapi dengan penjelasan. Tanpa penjelasan, kita justru mengarahkan anak pada rasa penasaran untuk mencari jawaban dengan caranya sendiri tanpa pendampingan dari kita.

Terutama pada tokoh Maui yang di tempat asalnya dianggap sebagai kisah nyata, seorang manusia setengah dewa, spiruitual guide yang memancing pulau pasifik dari dalam lautan untumk ditinggali manusia.

Berbeda dengan keyakinan saya dalam hal Ketuhan. Hal tersebut yang seharusnya dijelaskan pada anak. Bahwa di dunia ini ada orang lain yang memiliki kepercayaan yang berbeda dari keluarga saya.

Film ini sebenarnya juga menuai kecaman akibat pembuatan kostum Maui yang menyertakan print tato badan Maui. Bagi orang pasifik, bahkan mereka yang tak mengimani sosok Maui, membuat kostum Maui lengkap dengan tatonya adalah hal yang tabu bahkan hinaan bagi budaya mereka. Bagi mereka, tato seperti sidik jari, seriap orang memiliki tato yang berbeda sebagai identitas. Kembali pada kepercayaan, ini adalah kepercayaan mereka yang tidak sama dengan kepercayaan keluarga saya. Maka di sini juga saya menjelaskan sesuai nalar anak, saat anak bertanya kenapa badannya digambar-gambar sementara saya sering melarangnya untuk menggambar muka atau badannya pakai pulpen.

Ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran sesyai keyakinan masing-masing. Semua kembali pada sudut pandang dan caranya.

Maona?
Kalau saya yes☺
Kalau kamu?

11 komentar:

  1. Belum nonton filmnya tapi jadi penasaran, seru yah
    petualangan dan imajinasi...

    BalasHapus
  2. aku kmrn blm sempat nonton udah selesai aja filmnya di bioskop. Semoga habis ini tayang di TV, hehe

    Mbak Indri, itu tulisan "Moana" kok jadi Maona semua ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Typo berada dalam fikiranku mbak hahahhaha
      Nnti tak editnya mb, suwun diingatkan

      Hapus
  3. Seru mb filmnya, kemarin2 gambar ini bersliweran di tl IG, ternyata film Moana yaa hihi *kudet sy mah heheh

    BalasHapus
  4. At mbak +Ika, di link streamingan udah ada mbak. *eh :p

    Oia, tambahan info, di negara Italia, judul filmnya diganti.
    Karena nama 'Moana' merujuk ke salah satu bintang panas di Italia.

    Disney ncen keren ya, film2 animasinya sarat inspirasi dan informasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,
      Imajinasinyanjg bagus
      Mengoal informasi yang mungkin berbeda dengan prinsip kita, baik2 aja kita menyaringnya 😊

      Hapus
  5. Kisahnya bagus ya, sayang udah selesai. Film animasi emang gak kenal usia. Anak2ku aja sampai sekarang kalo pas luang, masih nonton film animasi :)

    BalasHapus
  6. Aku belum nonton sih mbak Indri film Moana ini. Tapi kayaknya udah ada streaming onlinenya di aplikasi. Nanti tak coba cari.

    BalasHapus
  7. saya udah nonton, yang paling nempel adalah theme song ny :D

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

Diberdayakan oleh Blogger.