Perlukah adab dan akhlak menuntut ilmu untuk anak?

Assalamu'allaykum teman baca. Sudah senin lagi!
Anak-anak back to school dong ya?
Kalau anak saya sudah sejak tanggal 10 Juni 2017 kemarin masuk sekolah.
Loh anaknya sekolah bu?
Katanya ikut komunitas homeschooling?

Iya, saya ikut komunitas homeschooling tapi komunitas tersebut tidak menolak para orang tua yang menyekolahkan anak mereka. Saat di rumah tetap kan orang tua mengajarkan ilmu-ilmu lain di luar kegiatan sekolah. Belajar sepanjang hayat dan di mana saja...

Ada drama ga waktu masuk sekolah?
Ada tentunya tapi tidak lagi heboh karena sewaktu kuliah dulu, anak saya sempat di daycare. Daycare yang baik dan anaknya ceria saat pulang. Dimana?
Di Daycare Setulus Hati Tembalang, cuss mahmud Semarang cari di Tembalang ada Palygrup dan TK juga di sana.
Sekarang sekolah dimana? Ada deh... mau tau aja apa mau tau banget???

Pastinya di sekolah yang baik bunda gurunya, bagus  fasilitas dan programnya.
Nah untuk masalah adab dan akhlak perlu ga sih diajarkan saat balita di sekolah?
Kalau menurut buku halo balita, sejak balita sudah harus diajarkan menjadi anak yang sopan dan santun.
Jadi otomatis sejak balita, anak sudah harus diajarkan menjadi anak yang sopan dan santun termasuk pada bunda guru di sekolah dan teman-teman.

Saya setuju sekali dengan konsep 7 tahun pertama adalah raja walaupun masih jatuh bangun untuk memaknainya sebagai 'Raja'. Apalagi kalau sudah ada kegiatan tantrum karena hukum kekekalan ikhtiar sedang dipraktekkannya!
Khawatirnya kalau di sekolah melakukan hal yang sama. Tetapi alhamdulillah dia senang berada di sekolah barunya, bersama teman-temannya dan tidak tantrum.

Sedikit demi sedikit saya memberikan pengertian jika bunda guru sama sayangnya dengan umma di rumah. Hal ini untuk mengantisipasi adaptasinya saat di daycare yang bebas aktivitas. Sepanjang hari cuma bermain, makan, tidur dan sholat. Di sekolah dia sudah mulai mengatur waktu untuk makan bersama, sholat dhuha, belajar di kelas, bermain dan tidur. 

Wah kasian anaknya sudah diatur-atur jadwal. Engga kasian, bunda gurunya baik kok. So far tidak ada pe-er yang harus dikerjakan di rumah. Selain sosialisasi dia lebih banyak bermainnya. Eh alasan klise tuh, anak di sekolahin PAUD biar emaknya bisa kerja alasan sosialisasi.

Ya kalau di rumah jarang, hampir tidak pernah ketemu bocah seusianya dan cuma di sekolah bisa ketemu apa bukan sosialisasi namanya?
Hasrat belajarnyapun tersalurkan di sekolah. Konon katanya Bu Elly, salah satu ciri anak sudah siap sekolah adalah dia menunjukkan keinginan untuk bersekolah.

Mewarnai di kantor 

Eh, kok jadi sibuk jawabin justifikasi umum?
Ya begitu deh intinya di sini senang di sana senang.

Back to the adab dan akhlak.
Anak-anak sebaiknya mulai diajarkan untuk saling mengenal dengan bunda gurunya. Beberapa waktu terakhir kita sempat mendengar kabar tidak menyenangkan mengenai hubungan guru dan murid yang tidak baik. Apakah usia dini perlu diajarkan mengenai adab menuntut ilmu?

Justru di sini pokok pondasinya. Supaya anak mengenal baik gurunya dan dapat berkomunikasi dengan lancar. Jika anak tidak juga mengenal gurunya dengan baik. Orang tua bisa meluangkan waktu sebentar untuk mengorientasikan anak pada bunda gurunya dan lingkungannya.

Berikut adalah cara yang saya coba pada anak saya untuk lebih mengenal lingkungan dan bunda gurunya.
1. Mengajak anak berkenalan dan menghafalkan nama bunda gurunya
Nama guru yang diingatnya tidak hanya berguna untuk dihafalkan. Tetapi juga untuk mempermudah komunikasi dengan bunda gurunya.
2. Memberitahu anak keahlian atau tugas bunda gurunya yang akan diajarkan padanya. 
Sehingga anak akan memiliki ketertarikan untuk dekat pada bunda gurunya.
Misalkan : Bunda ini namanya Bunda A, nanti yang akan mengajari menyanyi, belajar manasik, bermain puzle.
3. Menunjukkan ruangan tempat belajar, alat belajar dan fasilitas lainnya beserta kegunaannya yang membuat anak menarik.
Contohya :
Menunjukkan ruang kelas
"Wow subhanallah, tempat sekolahnya bagus, banyak puzle mainannya. Baiknya bunda guru sudah sediakan krayon dan mainan puzle yang banyak.
Anak saya suka menyayi.
"Wah sekolahan ini bagus sekali lihat deh ada mikrofonnya, nanti bisa buat bernyanyi nih. Bunda A yang bisa menyalakan ini, nanti bisa dibantu Bunda A untuk belajar menyanyinya. Asyik kan?"

Anak saya suka melihat aktivitas umroh
Saya perlihatkan tumpukan baju ihram yang akan digunakan dan memotivasinya
"Nah ini baju yang akan buat umroh dan manasik haji. Bunda B yang akan mengajari nanti, ayo salim dulu sama bunda"

Alhamdulillah, ketiga cara ini cukup efektif walau masih harus diulang-ulang termasuk di rumah masih tetap disugesti dengan baik mengenai menyenangkannya sekolah dan baiknya bunda guru di sekolah.
Setiap anak memang memiliki caranya sendiri dan masing-masing orang tua yang paling tahu bagaimana cara yang tepat.
Walau kadang kembali lagi ke nihil pas mood-nya ga baik.

Jikapun ada anak yang tidak bisa 'ditaklukkan' dengan cara ini, Doaku bersamamu bunda.
Semoga anak-anak bisa belajar baik di sekolah, menyayangi bunda gurunya di Sekolah, bertemu bunda guru dan teman-teman yang baik juga

Aamiin.

13 komentar:

  1. Menyimak satu persatu poin yang ditulis. Bermanfaat banget ini dan semoga bisa kepake nanti :D

    *istriii mana istriii

    omnduut.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah mbaaak istriii sini dooong...
      ada yang pengen nanterin macam ternak sekolah niiih...

      Hapus
    2. Yayan: mau dicariin istri?! *langsung sodorin daftar.. Hehehe

      Hapus
  2. "Sekarang sekolah dimana? Ada deh... mau tau aja apa mau tau banget???"

    Mau tahu banget!

    Hahaha

    BalasHapus
  3. Enaknya kalau anak sering dikasih cerita tentang menyenangkan nya sekolah itu mungkin bisa memudahkan orang tua biar anak nggak drama atau bosen sekolah ya..

    Oot dikit hehe, itu bu guru nya dipanggilnya bunda guru gitu ya mbak..lucu ya jadi serasa dirumah gitu kali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb
      Sekolahnya mmg ramah anak
      G pake kursi belajarnya
      G ada pe er jg

      Hapus
  4. Adab dan akhlak menuntut ilmu bukan sekadar perlu, tapi udah masuk kategori wajib kalo menurut aku :)

    BalasHapus
  5. Wajib banget punya ya mbak. Emang kudu dikenalin sejak kecil supaya terbawa samapi besar.

    BalasHapus
  6. Tengkyu tips kerennya bisa saya praktekin nih sama anak

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

Diberdayakan oleh Blogger.