Koleksi Buku Parenting untuk anak

Assalamu'allaykum,
Happy Rabu sore teman baca.
Sudah sampai mana nih baca bukunya?

Saya sementara masih baca buku yang ada kaitannya dengan kegiatan mengajar. Segala sesuatu perlu di refresh supaya tidak lupa dan supaya transfer ilmunya bisa lebih baik. Hmmm... tapi minggu kemarin mbak Vita Pusvitasari dan mbak Anita Lusiya Dewi ngingetin nih tentang buku favorit yang menginspirasi kehidupan sehari-hari. Sebenarnya kalau favorit tidak juga ya tapi mau ga mau harus dibaca karena saya butuh. 

Buku Parenting
Banyak pendapat mengenai ilmu parenting, tergantung kemana kiblat akan  kita hadapkan. Kalau untuk saya tentunya mengacu ke parenting Nabawiyah. Ilmu parenting dari Rasulullah SAW. Tetapi saya juga tetap membaca ilmu parenting di luar hal tersebut. Selain mengikuti grup Home Schooling Muslim Nusantara. Saya juga kerap mengikuti seminar ataupun pelatihan parenting saat di Semarang.

Salah satunya adalah dari Auladi Parenting School atau lebih dikenal pembicara ataupun founder-nya yaitu Abah Ihsan. Semenjak mengikuti pelatihannya, saya masih jatuh bangun tapi tidak sampai tertidur untuk belajar menjadi orang tua yang baik dan salihah. Saya sempat membeli 2 buku keren milik abah ihsan yaitu :

Buku ini benar-benar membuat saya harus melihat cermin berulang kali. Sudahkan saya menjadi orang tua yang shalih dan shalihah? Sementara kita maunya anak-anak menjadi salih/ah. Sekolah dipilihkan sesuai dengan tujuan kita yaitu mencetak anak salih/ah. Segala macam permainan, buku, tontonan diarahkan ke bentuk edukasi Robbaniyah, kembali dengan tujuan yang sama "Menjadikan anak salih dan salihah".

Namun bagaimana dengan kita sebagai orang tua? 
Apakah sudah dalam taraf salih dan saliha pula?
Buku ini mengajak saya untuk berkontempelasi supaya lebih salihah lagi dalam segala urusan hidup. Sehingga diberikan kemudahan oleh Allah untuk mengajarkan anak supaya salihah.

Buku kedua ini membuat saya sebagai orang tua yang suka ngomel-ngomel lumayan menghemat kata-kata. Ada kita dan cara yang dapat membuat anak menjadi disiplin dengan bahagia. Ngomong-ngomong ngomel sepertinya sudah waktunya saya membaca buku ini lagi. Soalnya ada tantangan baru lagi setiap kali bertambah usia dan saya kebanyakan lupa. So, nanti malam kudu dicari lagi nih bukunya...

credit : ardiba.com
Buku yang ketiga ini sekaligus menjadi buku yang mengharuskan saya bermetamorfosis. Antara mengingat-ingat Inner child dan terus mengingatnya atau harus Frozen (baca: Let is Go).
Ya benar di dalam buku ini dibahas tuntas mengenai semua jenis kesalahan dalam pengasuhan anak. Bukan saya ingin menyalahkan orang tua, tetapi sebagai generasi selanjutnya saya harus belajar supaya tidak melakukan kesalahan serupa. 

Bukunya mudah untuk dipahami karena seringkali menampilkan pembanding antara pengasuhan yang kurang baik dan pengasuhan yang baik sekaligus dengan dampak yang ditimbulkannya. Buku ini benar-benar memberi saya pandangan baru mengenai cara mengasuh anak. Terkadang apa yang kita dapatkan saat kecil tanpa sadar juga kita berikan pada anak kita. Saya sadar itu dan saya merasa perlu untuk banyak belajar. Tidak semua cara parenting orang tua saya salah, tetapi ada yang dapat dilakukan dengan lebih baik. Karenanya saya perlu untuk belajar lagi dan lagi....
Terutama dengan membaca buku.

Bagaimana dengan teman-teman?

3 komentar:

  1. Ke-3 buku nya sy belum punya mb, smg ada rezeki buat beli. Walau begitu, beberapa kali sy pernah baca tulisannya abah ihsan d medsos hehe. PSPA nya jg blm ikt, kudu nabung dulu :D

    BalasHapus
  2. Ke-3 buku nya sy belum punya mb, smg ada rezeki buat beli. Walau begitu, beberapa kali sy pernah baca tulisannya abah ihsan d medsos hehe. PSPA nya jg blm ikt, kudu nabung dulu :D

    BalasHapus
  3. Nah buku abah ihsan juga digemari ibu2 yang sudah punya anak ya, penasaran juga pengen baca 😊

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

Diberdayakan oleh Blogger.