Jika semudah menumbuhkan Timun Mas

11.50.00

Assalamuallaykum
Wuah lama akhirnya menulis jua...
Suwe ora jamuuuu
Mau nulis ringan nan berkesan kali ini
Sharing tentang anak.

Anak siapa yang beri?
Tuhan, 


Alloh SWT tentu saja...
Sudah banyak tulisan dan cerita tentang para ibu yang dipertanyakan tentang keberadaan kehamilan dan anak dalam pernikahan mereka.

Tak terkira pasti pedihnya, apalagi jika memang sudah berusaha semaksimal mungkin.
Usaha demi usaha
Periksa ini itu kesana kemari
Menelan bermacam herbal dan obat yang janjinya dapat memperbaiki kesuburan dan membuahkan kehamilan.

Namun,
Jika Tuhan belum berkehendak, apatah artinya berton-ton herbal dan dokter berjejeran gelar di namanya.
Walau tidak lama, saya sempat mengalami, masa-masa menanti sayatan sc sembuh pun terbayang almarhum anak laki-laki pertama kami.
"Jadi sekarang sudah hamil lagi belum, cepat-cepat saja hamil lagi supaya ada gantinya"

Amboy...
Semacam pencet komedo besok tumbuh lagi
Secepat deretan jerawat abg yang wajahnya sedang menjadi kilang minyak berharga di usianya.
Yah... nasehat diamini dan disyukuri keberadaannya
Alih-alih menjadikannya sebuah ujian kehidupan

Ujian kehidupan sejenis akan terasa lebih renyah saat peneror dan wartawan kehamilan itu adalah si anak sendiri.
Setiap hari menanyakan kapan dia akan punya adik
Sampai tiap hari ditempelkan telinganya ke perut sang ibu sambil pura-pura bicara, "Halo adik, ini kakak... kamu lagi apa?"

Yah... supaya tak terlalu lelah, jawaban yang tak terlalu memberikan harapan harus tetap dimunculkan...
"Oh... di dalam perut adanya adik nasi, adik kopi..."
Tertawalah sang teroris kehamilan...

Di hari lain, digambarlah 3 orang manusia di tembok dan sebuah lingkaran lonjong.
"Umma yang ini, ini saya, ini ayah dan ini adik timun mas. Nanti kita irisnya hati-hati supaya tidak kena adik, pisaunya..."
Ulalala....
Seberharap itukah rupanya...

Tadi pagi,
Kami mau ber-Marie Kondo dengan memisahkan bajunya yang tidak muat lagi. Tiba-tiba...
"Umma, aku sudah tidak tahan lagi ingin punya adik"
Sabarlah duhai hati

Siapapun yang memintamu untuk hamil, dia sedang berharap dirimu dan dirinya bahagia bersama
Semoga Tuhan memberikan anugerah kepada semua wanita yang sedang menantikan buah hati kesabaran dan kemudahan menjemput jodoh bertemu buah hati

1 komentar:

  1. he he..lucu ya si wartawan kecilnya. udah pingin punya adik tu mbak indri. ayuk mbak indri semangat dibikinin adik. aku jg lg hamil 5 bulan. gimana kbrnya?

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan kenangan di kolom komentar blog. Insyaallah segera dibalas :)

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup, it's not that hard to do dear...

Diberdayakan oleh Blogger.